Showing posts with label Sequence of Imagination. Show all posts
Showing posts with label Sequence of Imagination. Show all posts

Monday, May 8, 2017

Tentang Perjalanan

Perjalanan tak semudah yang dibayangkan
Selalu ada cerita tentang fajar yang mengindahkan
Selalu ada cerita tentang senja yang mengharukan

Perjalanan kali ini bercerita tentang pencarian
Akan tujuan
Akan impian
Kemana harus berjalan
Kemana harus mencari tumpuan

Perjalanan seketika menjadi yang dirindukan
Karena terkadang ada keraguan
Karena terkadang ada kepastian

Bisakah kita menempuh perjalanan dengan harapan?

Monday, October 5, 2015

Tangguh

Sebutlah ini tak berkesudahan.
Entah.
Tak mengarah.
Hilang.
Tanpa pandang.

Percayalah sayang.
Tak semudah itu melepaskan.
Percayalah sayang.
Tak setangguh itu merelakan.


Tuesday, September 9, 2014

Kita?

aku tak pernah tau aku dimana
aku hanya tau aku harus tetap melangkah
entah kemana

aku adalah gulita
dengan renjana malam berteman kunang
aku punya upaya
ada pada rencana untuk berkelana
entah kemana

aku adalah gempita
dengan kelakar bara menuai rupa
ada apa disana?
aku mengiba
entah kemana

Entah kemana
Dan terus kesana
Kamu tau kita bagaimana?



-cond's
Sept 9th, 2014

Saturday, January 25, 2014

I'm not alone

terkadang aku sedikit lupa tentang ditinggalkan dan meninggalkan
jauh sebelum itu
aku adalah perasa yang angkuh tentang kata "tinggal"

terkadang aku pernah berpikir tentang ditinggalkan
definisiku
ditinggalkan adalah tak sepenuhnya kehilangan
separuhnya pergi..entah apapun alasannya

terkadang aku pernah juga berpikir tentang meninggalkan
aku tak cukup kuat untuk menjadi yang terdesak untuk meninggalkan
bagiku
meninggalkan adalah perjalanan melupakan

aku tahu aku ditinggalkan
aku tahu aku meninggalkan
dan aku tahu
aku tak pernah sendiri

Monday, March 18, 2013

pria masa depan

Yang terkasih, pria masa depanku.

Siapapun kamu kelak, Assalamu'alaikum. Semoga kita telah ada pada lintasan yang sama untuk saling melengkapi. Kamu lagi apa ya? Aku belum siap bertemu denganmu. Maaf ya. Aku masih butuh berbenah diri untuk menjadi layak mendampingi setiap pagimu. Aku masih ingin bercakap hati untuk menjadi wanita yang bisa kamu sandarkan dalam peluh keringatmu. Doakan aku ya. Semoga aku bisa menjadi apapun yang terbaik untukmu.
Tak lupa juga, aku turut berharap semoga kamu menjadi imam di setiap subuh dan tahajudku. Ah, sungguh indah jika aku bayangkan. Aku, kamu menjadi kita. Nanti.
Siapapun kamu, sadar atau tidak, kita sedang menuju arah yang sama, mencari tujuan yang sama. Kelak, kamu akan menjadi salah satu ayah terbaik di dunia yang pernah ada. Ayah yang selalu siaga untuk keluarganya.
Untuk pria masa depanku, jangan lupa bismillah dan sholat ya :)

Thursday, December 20, 2012

harus belajar

aku harus belajar bahwa menghargai tak sekedar bicara harga
ada yang layak untuk dipahami bukan untuk disegani

aku harus belajar bahwa menjadi penyabar tak selalu tentang hati
ternyata peredam luka cukup usang untuk bisa terpilih

aku harus belajar bahwa semangat itu punya jejak
melekang dalam kenang, membara untuk terpelihara

aku harus belajar bahwa melupakan adalah kepingan perjuangan
ketika menyulam menjadi abu tak sepadan dengan keikhlasan

aku harus belajar bahwa menjadi yang terkuat bukanlah tujuan
agar kelak masih tersekat yang memang seharusnya melumat bukan untuk disemat

aku harus belajar bahwa seorang kakak bukanlah pecundang
karena adik tidak untuk dihardik, peluklah hingga batas tak punya lepas

aku harus belajar bahwa seorang anak adalah pemburu bahagia
entah surau menusuk senja, berkembanglah lengkung indah untuk dua raga

aku harus belajar bahwa pengagum rahasia akan selamanya tersimpan
karena kata tak sempat untuk bicara, biar tersisa untukku saja

aku harus belajar bahwa persahabatan tak kan selalu tentang dua ikat
perengkuhan sejumlah hingga persimpangan yang terpaut untuk sekelumit cerita

aku harus belajar bahwa sarjana adalah gelar kehormatan
tak kan semudah embun yang pergi dari dedaunan, tak kan sesulit berjalan dalam liku yang gersang.

aku (masih) harus banyak belajar.

Friday, December 14, 2012

kamu adalah sisa-sisa dari temali yang tak sempat kita simpulkan
dalam barisan pengukir hifa untuk sebuah masa

kamu adalah lena yang memadu bahasa hingga menua dalam usia
lekang dalam keabadian ritmis untuk seindah gelora

kamu untuk retas bahagia, dalam semesta kita.

Tuesday, October 2, 2012

a year passed

sudah setahun.
tentang paras yang mengharu-birukan di larut itu.
sudahlah.
setahun lalu. berkesan.

Sunday, August 26, 2012

aku bisa apa

aku bisa apa?
selain merindukanmu dengan khusyuk dalam sepucuk doa

aku bisa apa?
selain mengingatmu yang sesekali melintas pada arakan mesra

aku bisa apa?
selain menanyakanmu pada kicauan jelaga di ujung yang sirna

aku bisa apa?
melihatmu dengan lirih.
lagi dan lagi.

aku bisa apa?
mengikhlaskan sepenuhnya.
pada cerita yang kamu pilih.
pada sahaja yang kamu kenang.

Sunday, August 12, 2012

lalu,

B,
maaf.
aku bukanlah seseorang yang sanggup mengucapkan kata sebanyak bicaramu. jika ada lebih dari terima kasih, itu yang akan aku ucapkan. karena sederhana lebih baik.
kamu tau tentang kata yang pernah aku berikan bahwa kita tak lebih dari sepasang jingga yang sedang mencari pelangi kita. hampir seperti itu ku kira. tak ada yang lebih bisa aku berikan selain kebanggaan, untukmu.
jika kamu membaca ini kelak, percayalah. aku ingin mengucap kata yang sama seperti yang kamu pesankan padaku di setiap harimu. entah kata entah bisikan. katamu, kamu selalu menyulamnya pada doa yang kita Aamiin-kan bersama. terima kasih.
lantas, kita berarah yang sama. bermimpi yang senada. lalu..
sudahlah, kamu tau apa yang aku maksud.

maaf.

Sunday, July 15, 2012

Amin :D

Seketika amin tak bosannya terucap mendayu pada doa kita
dari Tuhan yang kita sebut dengan berbeda.


Aku mencintaimu cukup sederhana.
Ku hadirkan namamu pada Tuhanku, dalam sujudku.


Kamu mencintaiku cukup mempesona.
Membawa sepenggal nama dalam genggaman tanganmu, 
lalu pergi dalam doa, dalam altar gerejamu.


Terima kasih untuk setiap kata harapan yang ada padamu,
yang sama pada akhirnya.
tentang kita.

Friday, June 15, 2012

pelukan

terkadang, sadar atau tidak, pelukan itu berarti segalanya.
opiniku, sederhana.

pelukan adalah hal yang paling aku bisa harapkan ketika aku sedang di tanduk durja.
bersahaja dengan kemelut rasa yang tak kunjung sirna
entah tak mau lekang ataukah aku yang berprasangka

pelukan adalah hal yang paling aku bisa bayangkan ketika aku termenung pada senja.
melihat luka dengan setiap sudut yang berbeda
sungguhlah aku terlarut pada inci perjalanannya

pelukan itu sesederhana kamu memejamkan mata lalu melihat apa yang membuatmu senyaman di surga.
tak perlu kamu gusar ataupun sungkan mengakuinya, pelukan itu wajar menurutku.
tak ada yang harus diderai, pelukan sesungguhnya adalah yang menghangatkan jiwa.
hati yang merasa, raga hanyalah perantara.

peluk haru, peluk canda, peluk lara.
pelukan layaknya punya makna.
punya cerita.

peluklah tak perlu erat, cukup tersirat bahwa kamu layak mendapatkannya.
kamu berharga meraihnya.
berharaplah seakan pelukan tak pernah henti mengunjungimu.
tak peduli apapun suasanamu,
pelukan adalah harapan sederhana, setiap raga membutuhkannya.

Friday, December 9, 2011

pada masa dan jarak itu

di pekat hujan,
di sekat layar
kita saling menatap
senyum yang memudar di celah rindu yang ku tawar
cerita yang hambar pada jarak yang terhampar
ku gadaikan ini layaknya interval
selalu ada subset seperti nested interval
menuju kamu, yang jadi tujuanku
namun entahlah
partisi aku dan kamu berhenti pada jumlah riemann ke suatu n
berhingga batasnya
kini, kita layaknya fungsi monoton
bergerak menuju arahnya sendiri
tak ada irama naik pun turun
konstan menuju entah apa titiknya
pergilah kamu, carilah limitmu
tak ada aku lagi sebagai epsilonmu.

salam rindu dan peluk,
partisi bertanda aku.


-Kelas Analisis 2 (10.00 - 12.00)

Tuesday, April 26, 2011

Kepada Ayah Paling Juara Sedunia,
dimanapun ayah sekarang, apapun yang ayah lakukan, selalu ada doa terbaik untukmu di setiap sujudku.

Kepada Ayah Paling Juara Sedunia,
menjadi siapapun engkau sekarang, aku tak peduli pada harkat, engkau tetap ayah terhebat di setiap ceritaku.

Monday, April 11, 2011

Aku, Kamu dan Statistik Cukup

kamu adalah statistik Y terpilih dari variabel random X1, X2, ..., Xn
kamu adalah statistik Y complete dengan fungsi probabilitas yg tepat
karena kamu punya penaksir yg baik untuk pradugamu

kamu tak perlu merubah variabel apapun yg ada padamu.
kamu tak perlu transformasi peubah variabel
karena kamu sudah menjadi statistik Y yang complete untukku

aku tak perlu mencari batas bawah dari hatimu dengan Rao Cramer
aku cukup yakin kamu adalah penaksir yang efisien
dari variabel random berhingga n yang terpilih

karena kamu adalah statistik Y yang complete dan penaksir yang baik,
aku ingin menjadi sumasi X
agar aku bisa menjadi yang tunggal dan hanya aku untukmu

Sunday, February 27, 2011

thank you :)

kamu itu ciptaan Tuhan yang telah mengindahkan setahunku kemarin
tidak, lebih dari setahun,
aku butuh waktu yang lebih lama
lebih dari 417 hari yang telah kita bagi

kata rindu pun sudah terlalu tua untuk menjelaskan 23 hari tanpa tatapan itu
tanpa senyum yang mengurai tawa di setiap perjumpaan kita
tanpa lekuk muram yang menderai semu di setiap salah kita
aku rindu. sungguh.

mereka benar tentang aku yang melenakan kamu disini
di tempat permainan hati yang masih tentang kamu sepenuhnya
perlu aku ubah, separuhnya
sedikit hilang posisimu.

aku telah menghapusnya, sangat perlahan, sangat cermat
bukan tergantikan oleh yang lain
tempatmu masih sempurna, separuhnya kosong bukan hampa
karena aku bukan melepaskan, tapi aku merelakan

kehilanganmu memang pelajaran hati tentang definisi kecewa dan luka
merelakanmu atas nama bahagia
untuk hidupmu dan hidupku

terima kasih untukmu hati yang pergi.
maaf aku tak membawa bahagia yang cukup untukmu.

Saturday, January 29, 2011

deru untukmu

aku bukan perangkai kata untuk mengalun nadamu
aku bukan pelukis surga untuk mencipta parasmu
aku enggan menari melodis cemburu pada ronamu
aku enggan mengadu gaduh mimpi pada senyummu

aku hanyalah aku,
penyusun deru rindu yang terjaga untukmu

praduga

aksara senja menghapuskan aku pada elegi
tiada yang tenggelam dalam jejak
hanya aku yang melepaskan hati
bukan pada lirih praduga untuk kembali

Tuesday, January 11, 2011

wish of the journey

thank you for a year like yesterday
for an unpredictable year that we keep
for an uncountable talks that we shared
thank you for everything in each undeclared terms of you and I.

let me thanks, let me hopes
for a day like tomorrow
for a wish like dream comes true
thank you for the hopes which I wish along the days between you and I.

let me wish the trip could travels easily,
overcome obstacles
and exists as long as we could.

there it is, it's our journey.

Tuesday, October 5, 2010

simplest way

forgive me in each hurt way of our journey
forgive me in each silent way of our trip
forgive me in each treatment way of our voyage
forgive me for each heartrending ways of your feelings

forgive me,
it's the way I do,
it's the way I wish,
forgive me in simplest way of yours, I hope so.